Serpong, SerpongKita.com- Biasanya, siswa SD yang baru masuk tidak menerima sambutan dari siswa lama. Namun di Deutsche Internationale Schule (DIS) atau biasa disebut German School berbeda. Sekolah asal Jerman yang ada di Indonesia ini punya cara sendiri dalam menyambut siswa baru.
Seperti yang terlihat pada Jum'at (21/8), siswa baru yang akan memulai kegiatan belajar disambut dengan pagelaran kesenian oleh siswa lama. Mulai dari seni tari, seni musik serta seni teather. Menurut Kepala Sekolah Primary (SD) Trilingual DIS Jurgen Hofsass, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Dimana dalam kesempatan itu, para siswa SD mulai dari kelas satu dan dua menampilkan drama, nyayian dan memainkan alat musik tradisional di hadapan para orangtua, siswa baru dan guru.
"Dimana pada penampilan itu semuanya berkaitan dengan belajar. Misalnya pada drama bajak laut yang malas dan tidak mau belajar, dan tidak dapat membaca. Suatu ketika mereka menemukan peta harta karun, akan tetapi mereka kebingungan karena tidak bisa membaca," ungkap Jurgen Hofsass, usai acara pentas, Jumat (21/8).
Akhirnya, harta karun itu tidak ditemukannya. Inti sari dari drama itu, diminta kepada murid agar selalu rajin dan jangan malas-malasan. Hofsass menyebutkan pada tahun ini jumlah keseluruhan siswa baru sekarang sekitar 30 siswa yang terbagi dua kelas yaitu kelas DIS 14 siswa, dan kelas Trilingual Plus 16 siswa.
"Jika keseluruhan, siswa yang ada di sini mencapai 400-an. Dimana mereka terdiri bukan hanya berasal dari warga Jerman saja, akan tetapi berasal dari berbagai Negara seperti Inggris, Arab, Amerika yang tinggal di Indonesia," ujarnya.
Ia juga menambahkan, sebenarnya tujuan dari event ini lebih kepada mempertemukan antara orangtua murid yang mana mereka berasal dari berbagai negara, ada orang Indonesia, dan Jerman atau yang lainnya dalam satu wadah sehingga mereka saling mengenal dan akrab.
Public Relation DIS Evi Royati menambahkan, setelah menyaksikan drama, para orangtua dan anaknya, digiring ke kebun untuk diadakan foto bersama. Hal ini untuk menciptakan suasana kekeluargaan. "Tiga bulan para siswa berlatih untuk menyiapkan tampil di panggung, dimana meskipun pada hari libur kemarin mereka tetap masuk untuk latihan drama," katanya, seraya menyebutkan, jumlah siwa orang Indonesia yang bersekolah di sini ada 25 persen. (tnt)