Tingkat Kejujuran di Dunia Pendidikan Menipis
BSD City, Serpongkita.com-Pengamat Pendidikan menilai saat inipraktik kejujuran dalam sistem pendidikan semakinmenurun. Padahal, kejujuran menjadi landasan dalamdunia pendidikan.Hal ini diungkapkan wakil President Pan-PacificAssosiation of Private Association (PAPE) Prof. KiSupriyoko pada seminar pendidikan bertemapendidikan Masalah dan Tantangannya di SekolahPahoa Gading Serpong. Senin, (19/3).
Dalam pemaparannya, ia mengatakan kejujuran inimenyangkut peserta didi, pendidik, pejabatpendidikan, dan praktisi penidikan. Jika kondiisnini tidak berubah maka sistem pendidikan diIndonesia tidak akan tercapai."Menipisnya praktek kejujuran kalau tidak segeradiakhir maka tujuan pendiikan nasional tidak akantercapai," ungkap Direktur Pascasarjana PendidikanUniversitas Sarjana Wiyata Yogyakarta itu.Dikatakan praktek ketidakjujuran terdapat disemuainstansi mulai dari sekolah hingga lembaga negara.Ia mencontohkan dalam hal evaluasi pelaksanaan UNpenuh dnegan kecurangan, dalam hal akreditasi makaakreditsi banyak ketidakjujuran.
Serta dalam halsertifikasi banyak guru melakukan kecurangan. "Yang kita inginkan peserta didik menjadi manusiayang beriman, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri," katanya.Direktur Jendreal Pendidikan Sekolah MenengahKementerian Pendidikan dan Kebudayaan HamidMuhammad menuturkan dalam era globalisasi inilembaga pendidikan harus bisa menyeimbangkan dengankebutuhan."Pendidikan di Indonesia kurang mengedepankanbahasa asing. Sekarang paling tidak harus menguasaisatu atau dua bahasa asing. Untuk itu, sekolahharus menyelengarakan kelas bilingual ataupuntrilingual," terangnya.





