Jumat, 18 Desember 2009
Serpong, SerpongKita.com- Penulis novel tetralogi "Laskar Pelangi" Andrea Hirata menyatakan, film "Sang Pelangi" tidak hanya bercerita tentang kuatnya persahabatan, didalamnya terdapat unsur politik.
Sebelum pemutaran film perdana "Sang Pemimpin" di cinema Blitzmegaplex, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/12), Andrea mengatakan, film yang disuguhkan kepada publik tidak hanya dipadang dari sisi persabatan tiga sahabat karib, yakni Aray, Ikal dan Jimbron.
"Film "Sang Pelangi" memiliki makna lebih mendalam, lebih kepada ironi tentang sebuah politik," kata Andre di Serpong. Film garapan sutradara Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana, menurut Andre, begitu fenomenal menyajikan arti persahabatan yang kuat diantara ke tiga anak itu menggapai cita-cita yang diimpikan.
Sementara itu, sutradara senior Rano Karno mengucapkan, film "Sang Pelangi" adalah kisah nyata perjuangan masa kecil hingga dewasa Andre yang kemudian difilmkan.
Ia berharap, kedepan perjalanan nyata dari pahlawan dan tokoh nasional Indonesia bisa di filmkan oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. "Alur ceritanya bagus, "Sang Pelangi" adalah frame nasional," ujar Wakil Bupati Tangearang itu.
Dalam cerita film "Sang Pelangi", masa kecil persahabatan tiga anak asal Belitung terlihat kental, tetapi otak politik Aray lebih hebat di bandingkan Ikal dan Jimbron.
Aray anak yatim itu kreatif, cerdas dan ulet terbukti membahagiakan orang lain dari uang tabungan hasil kerja keras tiga sahabat itu.
Ke tiga anak itu bekerja mengapai cita-cita bersekolah di luar negeri, namun hanya Aray dewasa diperankan Aril Peterpan dan Ikal dewasa (Lukman Sardi) berhasil mewujudkannya, setelah keduanya menjadi sarjana di Universitas Indonesia.
Selain Lukman Sardi dan Ariel Peterpan yang berperan sebagai Aray dewasa, bintang-bintang pilihan seperti Mathias Muchus dan Rieke Dyah Pitaloka berperan sebagai orang tua kandung Ikal serta ayah dan ibu angkat Aray.
Film ini juga menghadirkan Nugie sebagai guru sekolah dari ketiga pelajar badung itu. (tnt)